Season 2

1 April 2026

Salam hangat. Apa kabar, siapapun yang mengunjungi blog ini.

Beberapa tahun lalu, aku sempat berpamitan lewat Tulisan 5, saat itu duniaku sedang colide dan tidak ada energi untuk melakukan apapun. Aku bahkan berpikir di masa depan aku tidak bisa menulis apa-apa lagi karena hidupku yang aku tebak akan sedatar bumi, tidak ada cerita menarik, traveling jauh, atau prestasi baru. Sungguh ternyata patah hati sangat menghancurkan otak, fisik dan mental. Tidak mudah aku melalui itu, proses yang lambat dan tidak lepas dari bantuan teman-temanku, psikolog, dan orang asing yang kini menjadi tunanganku. Aku sangat menyayangi kalian.

Sedikit distraksi sebelum aku bercerita tentang Season 2 ini, beberapa minggu setelah tulisan terakhir kemarin terpublish, aku menghubungi wanita dengan profile pink segar itu (sekarang sudah berubah menjadi kebaya putih dengan riasan melati dan konde), mengungkapkan perlakuan dan kelakuan Yudha ke aku. Tidak ada yg aku harapkan selain konfirmasi time line karena aku bukan wanita yang akan merebut calon suami orang. Ternyata wanita itu malah berpikir sebaliknya, aku ingin mengambil Yudha darinya. 

“Gila, bukan?” Itu yang ditulis perempuan bernama Putri Wulandari di utasnya awal tahun lalu. Menceritakan kekonyolanku seminggu sebelum mereka menikah pada 16 Mei 2023. Aku menolak memberikan bukti kalau memang Yudha berbohong ke aku, tidak mengakuinya sebagai calon istri dan bermain tinder saat mereka sedang mengurus pernikahan. 

Pertimbanganku banyak saat itu, selain karena mereka akan menikah, aku juga harus menjaga nama baikku sendiri. Mungkin beberapa orang yang mengenalku akan mendukung penjelasanku atas bukti yang aku simpan, tapi jika Putri? Aku tidak menjamin dia bisa berpikir jernih. Dia tidak melihat bukti aja berani koar-koar menginisiasi aku sebagai seorang perebut dan berhalusinasi, tentu saja dengan mengagungkan Yudha yang dia kemas sebagai kemenangan mutlak.

Ambil, Put. Gak cocok di aku bikin ovt seumur hidup.

Kemenangan yang kamu banggakan itu sampai sekarang masih mondar mandir melihat profile ku. Both of “us” knows our position but he keep doin that on purpose. Aku tidak akan claim ini sebagai kemenangan, aku tidak mau memenangkan laki-laki pembohong dan kesulitan menerima siapa aku sekarang. Kamu yang akan claim dia sebagai suami yang belum bisa melepaskan pandangan dari mantan.

Sudah cukup?
Aku akan memulai part 2. Mungkin tidak akan panjang dan sedikit rumit karena jujurly aku tidak ingin menceritakannya. Bukan hal buruk, hanya belum waktunya untuk diceritakan.

Akhir-akhir ini aku sedang menonton series Bridgerton. Series yang sangat aku sesali baru aku tonton tahun ini. Seandainya saat awal Duke of Hasting itu tayang aku sudah menonton, tidak akan aku terpedaya oleh Yudha. Terlambatnya cukup lama, 6 tahun. 

Aku sangat menikmati cerita di season 1 The Duke and I. Siapa yang gak klepek-klepek sama kharismanya Simon yang “burn”-ing itu. Aku rela marathon 3 hari (maklum ya sekarang aku sudah senior di kantor jadi gak bisa telat bangun) demi menamatkan 3 season sebelum season Benedict tayang. Season 1 meninggalkan kesan yang cukup wangi di otakku, kapan-kapan aku akan ajak tunanganku menonton, siapa tau dia terinspirasi menjadi se-burn-ing Simon.

Dengan ending yang cantik, aku berharap season 2 juga memiliki cerita yang tidak kalah berwarna kue dari season 1. Tapi mungkin sutradara atau produsernya memiliki pandangan lain, penonton mungkin bosan dengan vibes romance yang terlalu soft. Aku mungkin tidak membaca bukunya, terlambat menonton dan tidak bisa mendapat 2 sudut pandang.

Season 2 milik Anthony cukup membuatku naik darah. Bagaimana seorang kakak merebut calon suami adik sendiri? Tidak akan banyak yang setuju dengan komentarku tapi season 2 terlalu toxic.

Karena itu aku males banget nonton season 2 Bridgerton dan coba nonton series lain. The Summer I Turned Pretty. Awalnya seperti cerita yang membosankan, aku tertarik dengan series ini karena FYP tiktok yang katanya algoritmanya menyesuaikan situasi yang sedang dialami user. Lucu sekali.

Dan berakhir aku rewatch drama korea lawas yang aku sudah tau endingnya, nonton Avengers, Harry Potter dan beberapa movies lain yang endingnya sudah ada. 

Aku menulis ini saat jam istirahat kantor, jadi tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentang series dan movies yang aku tonton.

Selama 3 tahun ini tentu saja tidak hanya menonton semacam itu. Travelingku berkurang, aku mencoba game baru yang mungkin nanti akan aku ceritakan di lain postingan, mendapat teman baru dan perjalanan baru bersama tunanganku, perkembangan karir dan rumahku, ternyata aku sudah melalui banyak hal. Ternyata hidup yang aku prediksi akan sedatar bumi itu salah, hidupku bertekstur dengan matahari terbit setelah mengitari bumi semalaman.

Terima kasih sudah melihat kembali blog ini setelah 3 tahun aku menjadi arsitek yang merevisi tiap jengkal yang pernah runtuh.

Salam hangat. See you next season.
Dan, selamat ulang tahun ibu 💕

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 5. Sebuah Akhir

Tulisan 1

Tulisan 2